2019, Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7%

"Untuk itu, apabila pemerintah ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2019, maka kebijakan makroekonomi di 2017 perlu mengkombinasikan tiga cara yakni meningkatkan produktivitas, meningkatkan proporsi tabungan nasional terhadap PDB, dan meningkatkan komponen investasi, ruang ekspansi fiskal melalui belanja pemerintah,"

2019, Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7%


Telegraf, Jakarta – Di tengah tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang masih terus berlanjut, perekonomian Indonesia diyakini mampu mencapai angka 7 persen dalam tiga tahun ke depan dengan mengkombinasikan kebijakan makroekonomi di 2017.

Ekonom sekaligus Ketua program Studi Manajemen Fakultas Bisnis, Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono, di acara the Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2017 di Balai Sudirman, Jakarta (5/12), mengatakan kondisi eksternal masih penuh tantangan salah satunya dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45, yang diperkirakan bakal menrapkan kebijakan proteksionismenya, dan berdampak pada perdagangan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi dunia mengalami koreksi. Perekonomian negara-negara maju dan juga negara berkembang, termasuk Indonesia mengalami perlambatan. Meski demikian, bukan hal mustahil Indonesia masih bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2019.

Wahyoe menyebutkan, secara umum kondisi makroekonomi Indonesia memang mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Defisit neraca transaksi berjalan menurun, begitu juga dengan tekanan inflasi yang terkendali dan cenderung turun.

Namun demikian, menurut Wahyoe, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga sekarang ini masih didominasi oleh konsumsi domestik yang berkontribusi pada kisaran 56% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Tentu, kata dia, struktur ini perlu berubah dalam jangka panjang, dengan mendorong investasi domestik yang saat ini hanya berada di kisaran 32% terhadap PDB pada tahun 2016.

“Untuk itu, apabila pemerintah ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2019, maka kebijakan makroekonomi di 2017 perlu mengkombinasikan tiga cara yakni meningkatkan produktivitas, meningkatkan proporsi tabungan nasional terhadap PDB, dan meningkatkan komponen investasi, ruang ekspansi fiskal melalui belanja pemerintah,” kata Wahyoe.

Baca Juga :   JamSyar Raih Opini WTP Pada Laporan Keuangan Tahun 2020

Lebih lanjut Wahyo menjelaskan, peningkatan produktivitas ini diperlukan karena rasio investasi saat ini masih 32% dan pertumbuhan ekonomi 5%. Sehingga untuk menumbuhkan ekonomi sebesar 7%, maka akan memerlukan investasi sebesar 44% sampai dengan 2019.

“Padahal rasio tabungan nasional hanya 33 persen terhadap PDB. Maka produktivitas yang tinggi diperlukan untuk menumbuhkan ekonomi 7% yang dapat dibiayai oleh tingkat tabungan nasional yang terbatas,” ujarnya.

Lalu peningkatan proporsi tabungan nasional terhadap PDB ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan program amnesti pajak dan program-program inklusi keuangan untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan inklusi keuangan merupakan salah satu agenda penting setidaknya dalam satu dekade ke depan agar Indonesia terhindar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

“Nah, kalau terkait peningkatan komponen investasi, pemerintah juga perlu selektif memilih sektor-sektor strategis untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain itu juga menciptakan iklim bisnis yang kondusif,” jelasnya. (Red)

Foto : Antara Photo


KBI Telegraf

close