15 Lagu Dalam Hidup Dave ‘Megadeth’ Mustaine

"Mustaine lalu menemukan sebuah medium untuk menyalurkan kesedihan dan kemarahannya di Megadeth, sebuah grup thrash agresif yang ia bentuk pada 1983 setelah Metallica menendangnya keluar atas tuduhan penggunaan narkotika, dan ia langsung mulai menciptakan lagu-lagu yang menjadi rival lagu-lagu lamanya."

15 Lagu Dalam Hidup Dave ‘Megadeth’ Mustaine


Telegraf, Seatle – Lagu pertama yang ditulis oleh Dave Mustaine adalah “Jump in the Fire,” sebuah lagu yang menghentak penuh semangat, yang ia bawa ke Metallica pada 1982 sebagai standar untuk thrash metal. “Saya sedang menulis tentang masa muda saya sambil duduk di kamar dan merasa sedih – saya menaruh kepala saya di tangan dan benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya pada Rolling Stone. “Saya merasa bahwa saya harus berkumpul dengan teman-teman saya karena memang saat itu sedang masanya. Ibu saya selalu pergi dan saya selalu sendiri, satu-satunya saat di mana saya merasa diterima adalah saat bersama mereka.” Seperti sudah takdir, ternyata ia tidak pernah mendapat kesempatan untuk merekam lagu itu atau yang lain dengan Metallica, kecuali beberapa demo.

Mustaine lalu menemukan sebuah medium untuk menyalurkan kesedihan dan kemarahannya di Megadeth, sebuah grup thrash agresif yang ia bentuk pada 1983 setelah Metallica menendangnya keluar atas tuduhan penggunaan narkotika, dan ia langsung mulai menciptakan lagu-lagu yang menjadi rival lagu-lagu lamanya. Lagu “Peace Sells” yang eksentrik mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap kemapanan Amerika dan bergaung selama bertahun-tahun sebagai lagu pembuka MTV News; lalu lagu metal blues keras, “Sweating Bullets”, tampaknya tentang skizofrenia yang sedang menunjukkan selera humornya; lagu balada “À Tout le Monde” membayangkan kesedihan akan kematian melalui sudut pandang orang yang wafat (dalam bahasa Prancis). Album Megadeth pada 1992, Countdown to Extinction, debut pada posisi nomor dua – tepat di belakang Billy Ray Cyrus – dan telah menerima penghargaan platinum ganda; album terbaru mereka tahun lalu, Dystopia, debut pada nomor tiga; dan mereka telah mengantongi 12 nominasi Grammy selama berpuluh-puluh tahun. Lagu “Dystopia” bahkan baru saja meraih Grammy pertama bagi Megadeth untuk kategori Best Metal Performance.

Terlepas dari kesuksesannya, Mustaine mesti berjuang keras melawan penyalahgunaan narkotika nyaris sepanjang kariernya hingga ia berhasil mengusir seluruh iblis dalam dirinya pada 2003 dan terlahir kembali menjadi seorang Kristen yang taat. Ia juga akhirnya berdamai dengan teman-temannya di Metallica. Tahun lalu, gitaris Metallica Kirk Hammett berspekulasi “super-katarsis” saat Mustaine tampil kembali dengan Metallica di tahun 2011 setelah merasa “benar-benar sedih, marah, dan frustasi” selama bertahun-tahun, dan Mustaine mengirim cuitan tentang penilaian Hammett yang “hampir 100 persen akurat … hampir.” “Tidak ada apapun [dari spekulasi itu] yang tidak benar, saya hanya tidak ingin mengatakan bahwa ia benar,” kata Mustaine sekarang. “Saya hanya bermain-main saja. Anda harus mempunyai sedikit kesembronoan dalam hidup.”

Mustaine, kini 55 tahun, merasa santai saat mengenang karya-karya ciptaannya sendiri, sembari bersandar pada sebuah kursi di ruang kerja Rolling Stone dan mengetukkan jari pada meja serta melakukan kontak mata untuk menegaskan maksudnya. Untuk konten “My Life in 15 Songs” (atau, untuk kasus ini, ” My Deth in 15 Songs”), Mustaine memilih lagu-lagu yang merepresentasikan berbagai titik balik dalam kariernya, dari lagu-lagu berkecepatan tinggi di Metallica hingga nomor kontemplasi Megadeth tentang kecanduan heroin.

Ajaibnya, ia menghilangkan (dari daftar ini) hampir 20 tahun kariernya hingga menuju ke era album Dystopia – termasuk sebuah periode di mana ia “mengakhiri” karier bandnya selama dua tahun pada 2002 setelah saraf lengannya terluka karena ia salah posisi tidur. Ia merasa jauh lebih bahagia sekarang dengan formasi terakhir bandnya. “Saya tidak memikirkan itu,” katanya. “Semua itu adalah tahun-tahun yang sesat karena [bassist dan salah seorang pencetus Megadeth] David Ellefson sedang absen dari band. Saya memprogram ulang diri saya untuk berpikir bahwa formasi terkini adalah yang terpenting sekarang. Hebat sekali rasanya dapat bermain kembali dengan orang-orang ini saat saya telah lupa akan hal-hal lama kami.”

Saat ia melihat kembali keseluruhan kariernya, mulai dari awal hidupnya yang serba kekurangan sebagai petugas pom bensin, ia merasa takjub dengan segala pencapaiannya saat ini. “Saya mulai bermain musik karena adik perempuan saya sangat buruk bermain piano,” katanya. “Menggelikan sekali, karena saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan dapat menghasilkan uang dari bermain musik.”

“Dystopia”