Soni Soemarsono: Kasus Tolikara Ini Spesial

"Intinya, mereka (pendemo) suruhan calon pasangan yang kalah di pilkada, mereka meminta saya membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan melantik calon yang kalah. Padahal, sudah saya jelaskan bahwa keputusan MK itu final dan mengikat, (tetapi) mereka tidak mau tahu dengan keputusan MK tersebut,"

Soni Soemarsono: Kasus Tolikara Ini Spesial

Telegraf, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya telah dua kali menemui perwakilan kubu dari pasangan calon kepala daerah Kabupaten Tolikara, John Tabo-Barnabas Weya, yang kalah dalam pilkada.

“Kelompok mereka sudah dua kali saya terima, pertama di ruang kerja saya dan semalam saya terima di depan Kantor Kemendagri,” kata Mendagri Tjahjo seperti dilansir Antara, (12/10/2017).

Tjahjo mengatakan massa yang protes dengan merusak gedung Kemendagri tersebut datang ke Jakarta atas perintah pasangan calon yang kalah dalam Pilkada Kabupaten Tolikara.

Mendagri juga telah meminta pasangan calon yang menang untuk turut membantu mendinginkan suasana dengan menjalin hubungan baik terhadap pasangan calon yang kalah.

“Intinya, mereka (pendemo) suruhan calon pasangan yang kalah di pilkada, mereka meminta saya membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan melantik calon yang kalah. Padahal, sudah saya jelaskan bahwa keputusan MK itu final dan mengikat, (tetapi) mereka tidak mau tahu dengan keputusan MK tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono mengatakan pihaknya telah menawarkan mediasi untuk menemui para pendemo, namun massa mendesak untuk bertemu langsung dengan Mendagri.

Rencananya, Soemarsono dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo menemui para pendemo tersebut Rabu siang lalu, namun mereka tidak datang. Beberapa saat kemudian, massa kembali datang ke Kantor Kemendagri dan memaksa untuk bertemu dengan Mendagri.

“Tidak (pernah) ada demonstrasi di Kemendagri yang diterima (pejabat) Eselon I, biasanya paling Eselon II atau Eselon III. Ini (kasus Tolikara) spesial, karena kami mau menerima mereka, tetapi mereka menolak,” tutur Soni Soemarsono.

Kerusuhan terjadi setelah massa pendukung pasangan calon John Tabo-Barnabas Weya tersebut memaksa untuk masuk ke Gedung Kemendagri.

Soemarsono menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun ada staf Kemendagri yang luka dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Koes W. Widjojo


Share
Loading...