Ruang Kreatif, Perkuat Infrastruktur Budaya Serta Penolong Seniman

“Kegiatan seni budaya bangkit melalui program ruang kreatif justru oleh pihak swasta. Padahal itu sebenarnya menjadi tugas negara,”

Ruang Kreatif, Perkuat Infrastruktur Budaya Serta Penolong Seniman

Telegraf,Kudus – Infrastruktur kesenian dan budaya di Indonesia selama ini tidak terurus dengan baik. Untuk menolong para seniman agar tetap survive atau bertahan, perlu adanya program ruang kreatif. Tujuannya memperkuat infrastruktur budaya, serta menumbuhkan bakat-bakat baru kreator khususnya di bidang seni pertunjukan.

Hal itu diungkapkan seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa, dalam konferensi pers sebelum pelaksanaan Workshop Manajemen Produksi Seni Pertunjukan yang diikuti 40 peserta di Djarum Oasis Kretek Factory Kudus, Minggu (18/02/2018). Butet tampil bersama Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja, Jeannie Park.

Kegiatan itu diselenggarakan Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Garin Workshop dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Program ruang kreatif sebelumnya digelar di Bali dan Malang, dan setelah Kudus ini berikutnya Padang Panjang.

“Kegiatan seni budaya bangkit melalui program ruang kreatif justru oleh pihak swasta. Padahal itu sebenarnya menjadi tugas negara,” ujarnya.

Problem elementer seni pertunjukan disebabkan kurangnya komunikasi masyarakat seni dengan koorporasi kebudayaan. Padahal kemampuan mengomunikasikan suatu gagasan seni, baik karya, acara, wacana maupun program penting dalam kehidupan seni, khususnya seni pertunjukan.

“Seorang seniman dapat memiliki gagasan menarik tentang pertunjukan seni. Namun apabila tidak dibarengi dengan penyusunan proposal dan penyampaian komunikasi yang baik kepada para mitra maka ide tersebut akan sia-sia,” kata Butet.

Sebagai pelaksana, mitra penonton dan mitra pendukung seperti sponsor atau mitra kerja sama lain, komunikasi selalu menjadi garda terdepan seni pertunjukan. Sementara Jeannie Park mengatakan, workshop ditujukan bagi pengelola atau pimpinan produksi seni pertunjukan.

Pimpinan produksi merupakan ujung tombak dalam perwujudan gagasan artistik sang kreator atau sutradara. Selain itu menjadi seseorang yang akan mengatur, dan mengontrol agar sebuah pertunjukan dapat berjalan baik dan lancar. (Red)

Baca Juga  Korban Tewas Gempa Banjarnegara Menjadi 3 Orang

Photo Credit : Seniman Butet Kertaredjasa (tengah) bersama Jeannie Park (kiri), dalam konferensi pers di Djarum Oasis Kretek Factory Kudus. M Thoriq

Share



Loading...