Pesan Maya Rumantir di Perayaan Paskah Universitas Sam Ratulangi

"Momen Paskah tahun ini mengandung makna sebagai momen kebersamaan. Selain sebagai wujud kemenangan iman umat Kristiani atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, juga menjadi saat yang tepat dalam memupuk kebersamaan."

Pesan Maya Rumantir di Perayaan Paskah Universitas Sam Ratulangi

Telegraf, Minahasa – Tokoh wanita Sulawesi Utara Maya Rumantir hadir dan langsung berbaur dengan ribuan civitas akademika Universitas Sam Ratulangi dalam perayaan Paskah bersama yang digelar di Tetempangan Hill, Koha, Kamis (05/04/2018).

Kehadiran Maya Rumantir langsung disambut meriah penggemarnya di acara Paskah. Mantan penyanyi ngetop di era 90an ini ikut tampil ke panggung membawakan lagu berjudul “Aku Hendak Bersyukur”.

Tokoh perempuan yang namanya sempat didorong warga Sulut untuk maju sebagai Dewan Perwakilan Daerah Sulawesi Utara ini tampak larut dalam kegembiraan bersama ribuan mahasiswa, staf dan dosen Unsrat.

Dalam wawancara dengan wartawan, Maya Rumantir mengatakan momen Paskah tahun ini mengandung makna sebagai momen kebersamaan. Selain sebagai wujud kemenangan iman umat Kristiani atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, juga menjadi saat yang tepat dalam memupuk kebersamaan.

“Mari kita jadikan perayaan Paskah ini sebagai awal kebangkitan Yesus Kristus dalam meningkatkan keimanan dan kembali kepada roh kebaikan,” kata Maya Rumantir yang belakangan ini banyak tampil sebagai penyanyi rohani.

Sementara Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dalam sambutan paskah menyerukan pesan perdamaian dan persatuan bagi segenap civitas akademika Unsrat lewat cinta dan kasih sayang antar sesama. Serta hidup saling membantu satu dengan lainnya sesuai falsafah Unsrat, Si Tou Timou Tumou Tou.

“Marilah kita terus bergandengan tangan, rapatkan barisan, jaga nama baik Unsrat jangan sampai tercemar oleh aksi-aksi pihak luar yang sengaja merusak citra kampus kebanggaan kita bersama ini. Hidup dalam harmoni dan kebersamaan sangat penting agar Unsrat terus berjaya,” tegasnya.

Kalaupun ada perbedaan pendapat, bagi srikandi Unsrat ini adalah hal yang biasa, apalagi Unsrat tengah menghadapi proses pemilihan rektor. “Berbeda pilihan, pandangan itu adalah hal yang biasa, namun jangan sampai kita terpecah-belah sehingga bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung-jawab yang ingin Unsrat rusuh dan kacau. Kita hormati setiap proses yang sementara bergulir dan tentu tetap solid dan menjaga kondusifitas kampus,” imbau Kumaat.

Hal yang sama diutarakan Presiden/Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ) Unsrat, Combyan Lombongbitung ikut menegaskan jika Unsrat harus kondusif dan tetap aman.

Baca Juga  Kemendikbud Buka Seleksi Beasiswa Unggulan Perfilman

“Di tengah proses pilrek ini, saya mengimbau kawan-kawan mahasiswa jangan gampang diadu domba. Segala isu yang beredar di tiap fakultas harus bisa disikapi dengan kepala dingin karena momentum ini sangat rawan terjadi perpecahan. Saya pun selalu siap untuk berdiri di garis depan dalam menjaga kondusifitas kampus karena kita semua memiliki tujuan yang sama untuk tercapainya Unsrat yang unggul, berbudaya serta harmonis,” tegasnya.

Kumaat maupun Lombongbitung mengatakan, kemenangan Paskah harus menjadi semangat bagi segenap civitas akademika Unsrat agar mampu menjadikan hidup ini lebih berarti. “Kiranya, makna Paskah akan terus hidup dalam jiwa kita semua agar kebangkitan Tuhan Yesus membuat kehidupan kita berfaedah bagi yang lain, bangkit dari berbagai kelemahan dan terus maju menatap masa depan lebih baik,” harap Kumaat.

Perayaan paskah ini berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama dari perwakilan umat Katolik, GMIM dan Pantekosta untuk bersama memimpin jalannya ibadah.

Selain artis rohani ibukota seperti Maya Rumantir, Joan Tanamal, Obbie Mesakh juga ikut hadir membawakan pujian menambah kemeriahan suasana paskah yang tahun 2018 ini mengambi tema, Paskah Membangkitkan Persatuan Membangun Unsrat. (Tim)


Share



Loading...