Jokowi Ingatkan pelajar Agar Jauhi Narkoba dan Pornografi

"Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama,"

Jokowi Ingatkan pelajar Agar Jauhi Narkoba dan Pornografi

Telegraf, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengingatkan para pelajar menganai bahaya penggunaan narkoba, tontonan pornografi dan kekerasan sehingga harus mereka jauhi.

“Anak-anak harus hati-hati dengan yang namanya narkoba. Kita harus bilang tidak untuk narkoba,” kata Jokowi saat Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi dan Kekerasan kepada siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, (11/10/2017).

2.200 siswa siswi SD berkesempatan untuk dialog dengan Presiden pada acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), Kementerian Pertahanan, BNN, Pemprov DKI Jakarta, Polri, Kemenkumham serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu. Juga diundang 4.000 siswa-siswi SMP, SMA dan SMK se-Jabodetabek.

Jokowi mengingatkan siswa-siswi SD untuk berhati-hati kepada orang yang baru dikenal jika menawarkan sesuatu. “Misalnya permen kepada anak-anak, anak-anak harus berani menolak dan melaporkan kepada guru, melaporkan kepada satpam, laporkan kepada orang tua. Anak-anak harus ingat itu,” ujar Jokowi.

“Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama,” ujar Jokowi.

“Ganja harus kita hindari, sabu-sabu harus kita hindari, kokain harus kita hindari, heroin juga sama sangat berbahaya, oleh karenanya harus kita hindari,” kata Presiden saat berdialog dengan seorang siswa di acara tersebut.

Jokowi juga meminta seluruh siswa-siswi sekolah untuk tidak melakukan perundungan atau bullying di dalam maupun luar sekolah karena berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

“Kita tidak ingin nantinya muncul generasi yang gemar melakukan kekerasan, generasi yang suka mengintimidasi, generasi yang berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak semuanya memiliki karakter-karakter yang sopan, karakter-karakter yang santun dan karakter yang beradab,” tegas Jokowi.

Dengan kualitas siswa-siswi seperti itu, Jokowi meyakini, generasi Indonesia diyakini akan menjadi generasi yang kuat, unggul, dan akan membawa negara menjadi bangsa yang besar serta kompetitif di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga berpesan agar siswa-siswi memupuk persatuan dan kesatuan sejak dini, rajin belajar dan beribadah, serta olahraga teratur.

“Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama,” tutur Jokowi.

Setelah itu Jokowi pun ke Kota Tangerang Selatan untuk meresmikan agenda pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-32 Tahun 2017 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City. Di situ, Jokowi juga akan menemui warga saat penyerahan sertifikat tanah untuk penduduk daerah Serpong. (Red)

Photo Credit : Setkab/Jay


Share
Loading...