Blusukan Di Pasar Jabodetabek, Mendag: Harga Pangan Stabil Jelang Natal

"Tahun ini tidak ada impor beras. Tahun depan pun tidak akan ada impor beras. Tidak perlu ada kekhawatiran tuduhan penimbunan. Selama gudang penyimpanannya didaftarkan dan stok akhir bulan dilaporkan ke Kemendag, maka tidak akan ada alasan tuduhan penimbunan beras,"

Blusukan Di Pasar Jabodetabek, Mendag: Harga Pangan Stabil Jelang Natal

Telegraf, Jakarta – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, melakukan pemantauan langsung alias blusukan ke empat pasar di Jabodetabek terkait ketersediaan stok dan harga kebutuhan bahan pokok jelang perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Keempat pasar yang dikunjungi yaitu Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur; Pasar Minggu, Jakarta Selatan; Pasar PSPT Tebet Timur, Jakarta Selatan; dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Hasilnya, harga bahan pokok terkendali dan stok cukup.

“Dari pantauan yang dilakukan, sebagai bahan pangan utama, harga beras stabil dan stoknya aman hingga Mei 2017. Bahkan di pasaran masih dapat diperoleh beras seharga Rp7.800 per kilogram. Padahal ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Enggar di Jakarta, Kamis (15/12).

Enggar juga menyebutkan bahwa di PIBC, para pedagang menjamin stok aman hingga Februari-Maret 2017. Perputaran stok beras di PIBC saat ini mencapai 25.000-30.000 ton/hari. Sehingga Ia memastikan bahwa tahun ini tidak ada realisasi impor beras. Dia juga mendorong para pedagang menyiapkan stok beras untuk beberapa bulan ke depan tanpa perlu khawatir timbulnya tuduhan penimbunan.

“Tahun ini tidak ada impor beras. Tahun depan pun tidak akan ada impor beras. Tidak perlu ada kekhawatiran tuduhan penimbunan. Selama gudang penyimpanannya didaftarkan dan stok akhir bulan dilaporkan ke Kemendag, maka tidak akan ada alasan tuduhan penimbunan beras,” jelasnya.

Untuk daging, lebih lanjut Enggar menyatajan, tahun depan akan ada dua jenis daging yang dilepas ke pasaran, yaitu daging beku dan daging segar. Harga daging beku berada di bawah Rp80.000/kg. Ia mengaku pihaknya akan bekerja sama dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) dan Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk mengendalikan pasokannya.

Baca Juga  Bursa Efek Luncurkan 3 Indeks Saham Baru, Diantaranya Milik BUMN

Untuk daging segar, sudah terjadi kesepakatan dengan Menteri Perdagangan Australia bahwa harga sapi hidup dari Australia akan turun sebesar AUD 1/kg. “Dari harga tersebut, sedang dihitung harga jual daging sapi segarnya. Targetnya di bawah Rp100.000 per kilogram,” ujarnya.

Untuk ayam, Enggar menambahkan, harga berkisar Rp30.000-35.000/kg. Kondisi pasokan ayam di pasar sangat mencukupi. Tidak ada kekhawatiran harga melonjak tinggi karena kekurangan stok. Sementara itu, harga cabai terpantau naik akibat faktor cuaca atau iklim. Cabai tidak bisa dipanen di musim penghujan karena akan cepat busuk. (Red)

Photo credit : INawacita


Share