Berikut Strategi Go-Jek Untuk Hadapi Era VUCA

“Teknologi membuat proses yang tadinya dilakukan secara manual menjadi otomatis. Menurut saya hal itu memengaruhi banyak hal, baik dari sisi landscape industri mampu mengubah barrier to entry yang tinggi menjadi lebih mudah. Jika dulu ingin mendirikan perusahaan taksi harus memiliki gedung kantor, armada, SDM yang mengelola perusahaan, kini lebih ringkas,”

Berikut Strategi Go-Jek Untuk Hadapi Era VUCA

Telegraf, Jakarta – Kehadiran VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dilihat oleh Vice President PT Go-Jek Indonesia, Dayu Dara Permata, muncul karena beberapa faktor. Salah satunya adalah dampak dari era digital yang mampu mengubah pola interaksi dan komunikasi antar sesama.

Hal ini juga memengaruhi iklim industri untuk berubah sekaligus model bisnisnya. Menurutnya, contoh paling nyata adalah munculnya on demand transportation berbasis aplikasi.

“Teknologi membuat proses yang tadinya dilakukan secara manual menjadi otomatis. Menurut saya hal itu memengaruhi banyak hal, baik dari sisi landscape industri mampu mengubah barrier to entry yang tinggi menjadi lebih mudah. Jika dulu ingin mendirikan perusahaan taksi harus memiliki gedung kantor, armada, SDM yang mengelola perusahaan, kini lebih ringkas,” ujarnya seperti dikutip dari SWA.

Tak hanya terjadi pada moda transportasi massal, tapi juga pada berbagai aspek kebutuhan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa yang awalnya hanya diisi oleh pemain dari perusahaan besar dengan modal besar pula, perlahan juga dapat dinikmati oleh anak muda yang dengan kemampuan dan passion dalam memanfaatkan teknologi dengan modal yang terbilang minim.

“Di Go-Jek pun terlihat berbeda dari segi interaksi dan komunikasi. Saya memulai di Go-Jek dengan membentuk tim sendiri mulai dari rekrutmen hingga tahap akhir. Kami mencari anak muda yang memiliki kapabilitas untuk membangun aplikasi, dapat membangun proses bisnis dari nol, dan mengerti melakukan eksekusi di lapangan, memiliki komunikasi yang baik, dan memiliki jiwa entrepreunial,” ungkapnya.

Adanya VUCA direspons oleh Go-Jek bukan saja sebagai pemicu peningkatan karier, tapi juga bagaimana dapat sukses membangun karier di perusahaan ini. “Landscape business sangat volatility, kompleks dan penuh ketidakjelasan, maka kami harus terus belajar. Kami tidak dapat hanya mengandalkan pendidikan yang sudah didapat sebelumnya. Tapi kami harus meningkatkan skill dan kompetensi sejalan dengan pertumbuhan dunia bisnis,” ujarnya. Update teknologi terbaru dan bisnis model di era sekarang ini sangat diperlukan.

Kesiapan dalam menghadapi perubahan, semangat kompetitif dalam membangun brand perusahaan agar menjadi top of mind dan profesional, bekerja secara profesional, membangun networking dapat membantu untuk tetap berada dan bertahan di industri dengan gempuran VUCA.

New insight dan terus belajar juga menstimulus Go-Jek untuk melakukan pengembangan serta inovasi ke depan sesuai dengan tren saat ini. “Go-Jek saat ini menghadapi 3 hal sebagai tantangan, yaitu intellectual challenge, leadership, dan entrepreunial challenge. Ketiganya berusaha dihadapi Go-Jek untuk bisa lebih meningkatkan kinerja dan performance perusahaan di era VUCA saat ini,” ujar dia. (Red)

Photo Credit : Ist. Photo


Share
Loading...